Klasifikasi Teori Sosiologi

Posted: Maret 6, 2011 in Sosiologi

Klasifikasi Teori Sosiologi

A Jhonson ( Teori Sosiologi Klasik dan Modern)

Level analisis Teori Klasik Teori Modern
Budaya Auguste Comte Struktur Fungsional 

Konflik

Struktur Emile Durkheim Struktur Fungsional 

Konflik

Individu Max Weber Struktur Fungsional 

 

Interaksi George Simel Interaksi Simbolik 

Pertukaran

Struktural Fungsional

Konflik

 

b. George Ritzer (Sosiologi: Ilmu Penget Berparadigma Ganda)

Tiga paradigma teori sosiologi

Paradigma Teori
Fakta Sosial * Teori struktural fungsional 

* Teori Konflik

* Teori sistem

* Teori sosiologi makro

 

Definisi Sosial * Teori tindakan 

* Teori interaksi simbolik

* Teori fenomenologi

 

Perilaku Sosial * Teori sosiologi perilaku 

* Teori pertukaran

 

AUGUSTE COMTE (1798 – 1857)

1.      Perumus sosiologi sebagai ilmu empirik

2.      Comte adalah positivist  =>  Memahami masyarakat dengan pendekatan sains

3.      Mengembangkan strategi perubahan masyarakat, meskipun ia seorang konservatif yg mempertahankan tertib sosial (social order)

4.      Masyarakat dipandang sebagai organisme dengan ciri2:

* Totalitas lebih besar dari pada  jumlah individu

* Masyarakat merupakan sistem

* Masyarakat lebih penting  dari pada  individu

5.      Metode kerja sosiologi  =  metode sains: Observasi, perbandingan, Eksperimen

Kebudayaan berpengaruh thd struktur masyarakat   Berfikir merup komponen bud terpenting, berkemb

sbb: * Teologi

* Metafisik

* Positif

Hubungan berfikir dg struktur masyarakat:

a. Teologi    =>  Masy militer

b. Metafisik =>  Org masy lokal, dominasi ahli    hukum

c. Positif      =>  Masy industri

6.      Perumbuhan ilmu (berdasarkan kompleksitas):

* Matematika

* Astronomi

* Fisika

* Kimia

* Biologi

* Sosiologi

7.      Comte menaruh perhatian akan pembag kerja dan kemajuan. Kemajuan mengganggu tertib sosial. Utk kembali ke tertib sosial diperlukan pembaharuan agama   =>   Agama humanitas. Sosiologi berperan sbg penjaga tertib sosial => penjaga moral intelektual dlm masyarakat dan pemerintah

PITIRIM SOROKIN (1889 – 1968)

1.      Mengembangkan teori siklis yg menerangkan bhw kebud berubah : bud rohani => bud campuran => bud indrawi => bud campuran  => bud rohani  => campuran, dst

Bud rohani (ideational) :

* Asketis => mengurangi kebutuhan fisik sejauh

mungkin.

* Aktif      => mengurangi kebutuhan fisik dan

mengubah dunia aktual agar sesuai

dg dunia transendental

Budaya indrawi (sensasional)

* Pasif  =>  Kejarlah kenikmatan

* Sinis  =>  Kejar jenikmatan yg diterima dunia

ideasional

* Aktif  =>   Mengubah dunia fisik untuk

kesenangan

Budaya campuran:

* Idealistis   =>  terintegrasi

* Tiruan       =>  tidak terintegrasi

WILLIAM FIELDING OGBURN (1886 – 1959)

Mengembangkan teori disequilibrium (teori guncangan) akibat ketimpangan penerimaan bud materi dan non materi.

2. Disequilibrium diperkuat oleh perbedaan penerimaan antar bud non materi sendiri

3. Konsep kunci : Cultural lag

4. Persoalan hidup merup perwujudan cultural lag

Catatan: W F Ogburn tidak menerangkan pengaruh perbedaan individu seperti halnya Rogers

EMILE DURKHEIM (1858 – 1917)

1.      Sosiologi hrs terpisah dari psikologi dan filsafat karena berlainan obyek studi dan metode kerja

2.      Obyek studi sosiologi  =>  fakta sosial:

a. Benda atau sebagai benda

b. Berada di luar dan di atas individu

c. Punya daya paksa thd individu

d. Tersebar / dimiliki masyarakat

3.    Masyarakat itu riil, sedang individu dibentuk oleh masyarakat (realisme sosial)

4. Pendekatan sains, positivistik, empirik, obyektif, kuantitatif, statistik

5. Konsep utama : integritas sosial dan solidaritas sosial

6. Solidaritas sosial  =>  Keadaan hubungan antar individu / klp yg didasari moral, perasaan dan kepercayaan bersama, diperkuat dg pengalaman emosional bersama

7. Dua kategori solidaritas sosial:

a. Solidaritas mekanis

b. Solidaritas organis

8. Solidaritas mekanis didasari ikatan emosional atas kebersamaan; solidaritas organis berkaitan dg saling tergantung atas dasar pembagian kerja (division of labor)

9. Masyarakat ber-evolusi dari solidaritas mekanis ke solidaritas organis

10. PERBANDINGAN TIPE SOLIDARITAS

 

SOLIDARITAS MEKANIK

 

 

SOLIDARITAS ORGANIK

 

a.       Pembag kerja rendah 

b.      Kesad kolektif tinggi

c.       Hukum represif dominan

d.      Individualitas rendah

e.       Konsesnus akan pola normatif penting

f.       Penyimpangan dihukum oleh masyarakat

g.      Kesalingtergantungan rendah

h.      Bersifat tradisional pedesaan

 

a.       Pembag kerja tinggi 

b.      Kesad kolektif rendah

c.       Hkm restitutif dominan

d.      Individualitas tinggi

e.       Konsensus akan nilai abstrak & umum penting

f.       Penyimpangan dihukum badan kontrol sosial

g.      Kesalingtergantungan tinggi

h.      Bersifat industrial perkotaan

 

11.  Dlm masy terjadi pembagian kerja yg makin

khusus (spesialisasi), yg bersumber pada

pertumbuhan penduduk

12. Ada hubungan agama dg solidaritas sosial (Studi

ttg masy Arunta di Australia)

13. Studi ttg bunuh diri (suicide) memperkuat teori

solidaritas sosial. Tiga kategori bunuh diri:

a. Bunuh diri egoistik

b. Bunuh diri anomik

c. Bunuh diri altruistik

14. Ancaman terhadap solidaritas sosial:

a. Konflik

b. Penyimpangan

c. Individualisme

d. Anomi

15. Perubahan sosial berakibat :

a. Disintegrasi sosial

b. Disorganisasi sosial

C. Profanisasi / desakralisasi

d. Anomi

KARL MARX (1818 – 1883)

1.      Pola berfikir  =>  determinisme ekonomi

2.      Ekonomi dipandang sbg infra struktur, sedang sospol, budaya dan agama sbg supra struktur

3.      Karl marx menolak pendekatan positif dan menggunakan pendekatan historis

4.      Karl marx terpengaruh hegel, tetapi mengganti:

a. Idealisme dg materialisme

b. Konservatisme dg perubahan sosial radikal

c. Dialektika tetap tidak berubah

5. Kebutuhan manusia tak pernah tuntas, selalu muncul bentuk produksi baru

6. Mns berbeda dari hewan dlm kemampuan bersama menciptakan kondisi materiil yg diperlukan

7. Perubahan cara produksi menimbulkan perub sos

8. Sejarah perkembangan masyarakat meliputi :

a. Primitif

b. Komunal purba

c. Feodal

d. Kapitalis

e. Komunis

9. Struktur kelas atas dasar pemilikan alat produksi:

a. Borjuis  =>  pemilik alat produksi (tanah, mesin,

modal); mempertahankan status quo

b. Proletar =>  hanya memiliki tenaga dan

keterampilan; mengusahakan

perubahan revolusioner

Antara kedua kelas terjadi konflik yg tak pernah selesai

10. Struktur kelas dan kesadaran kelas:

Str kelas  => obyektif

Kesadaran kelas => subyektif

11. Konsep dasar lainnya:

a. Kesadaran palsu

b. Alienasi

12. Kesadaran palsu => ideologi budaya berupa ilusi utk

mengimbangi ketimpangan dan kekurangan materi

yg berakibat tidak sadar akan kepentingan

sebenarnya

13. Kesadaran palsu merupakan dasar bagi sikap karl

Marx thd agama krn dlm agama tdp banyak

kesadaran palsu

14. Alienasi => Produk terlepas dari pembuatnya

15. Alienasi tjd paling ekstrim dlm kapitalisme yg ditandai

mekanisme pasar yg impersonal

16. Alienasi politik  =>  perlindungan pemerintah thd kelas

yg dominan

17. Untuk menghilangkan alienasi hrs menghilangkan hak

milik dan kapitalisme

18. Kritik Karl Marx thd kapitalisme : nilai surplus jatuh ke

tangan kapitalis

19. Jawaban kapitalis atas kritik Karl Marx:

a. Upah buruh naik

b. Pertumbuhan kelas menengah

c. Tersebarnya pemilikan saham

d. Fiskal yg berimbang

e. Tanggung jawab thd kesejahteraan dasar

MAX WEBER 1864 – 1920

1.      Sosiologi mengkaji individu dan tindakan sosialnya

2.      Individu =>  motivasi dan rasionalitasnya

Tindakan sosial  =>  perilaku penuh makna subyektif diarahkan kepada orang lain

3.    Perbandingan dg Durkheim:

Durkheim   => realis sosial

Max Weber => nominalis

4. Metode kerja: kualitatif, subyektif, Verstehen.

5. Mengatasi subyektivitas dg mengembangkan tipe ideal (ideal type)

6. Permasalahan ilmu yg ‘value free’ vs ‘value laden’

7. Tipe2 tindakan sosial:

a. Tindakan sos rational: zweckrational

wertrational

b. Tindakan sos non rational:

afektif

tradisional

8. Perbedaan power dan otoritas:

Power  =>    Kemampuan utk memaksakan

kehendak

Otoritas =>  Pengakuan pihak lain

9. Macam2 otoritas:

Tradisional

Kharismatik

Rasional legal

Campuran

10. Konflik ada di mana-mana, termasuk pada individu:

konflik status dan konflik peran

11. Stratifikasi sosial didasari:

Wealth (kekayaan)

Power (kekuasaan)

Status (kedudukan)

12. Agama : Ia mempelajari pengaruh agama thd

perkembangan ekon di kalangan Calvynist Eropa

(The Protestant Ethic and the spirit of capitalism)

Asumsi : orang baik bakal masuk surga

Ciri2 orang baik:

Suka kerja keras dan biasa hidup hemat

Rasional dan berjiwa investasi

Disiplin serta mandiri

Sifat2 (The Protestant Ethic) tsb mendukung

pembentukan kapital

GEORG SIMMEL (1858 – 1918)

1.      Obyek studi sosiologi  =>  interaksi sosial (pola2 interaksi)

2.      Simmel menjembatani :

a. Realisme – Nominalisme (Durkheim –  M Weber)

b. Konflik – Solidaritas (K Marx – E  Durkheim)

3. Pola berfikir Simmel dipengaruhi oleh:

a. Herbert Spencer => Evolusi (diferensiasi dan

heterogenesi masyarakat)

b. Immanuel Kant => Empirisme & rasionalisme

c. Hegel  => Dialektika

4. Masy dlm proses pembentukan (sosiasi, vergesell-schaftung)

5. Sosiologi mempelajari pola2 interaksi, meliputi:

a. Bentuk: Solidaritas, Kompetensi, Superordinasi-

Subordinasi, Pembagian Kerja, dll (dlm

negara, parpol, industri)

b. Isi        : Kepentingan poleksos, dll

6. Hubungan bentuk dan isi dinamis

Kadang2 bentuk terpisah dari isi (sosiabilita)

7. Pokok-pokok pembahasan Simmel:

a. Proses sosial => pembag kerja, pembentukan

partai, oposisi thd penguasa,

konflik, perundingan

b. Tipe2 sosial (peran khas seseorang):

Wasit, atasan, orang asing,

makelar

c. Pola2 perkembangan sosial:

Diferensiasi sosial, otonomi,

perubahan fungsi organisasi

8. Konflik:

a. Merup bagian (bukan lawan) dari interaksi

b. Bisa memperkuat interaksi

9. Upaya meredam konflik :

a. Hilangkan dasar konflik

b. Menangkan salah satu pihak

c. Kompromi / Damai

d. Ketidakmungkinan damai

8. Konflik:

a. Merup bagian (bukan lawan) dari interaksi

b. Bisa memperkuat interaksi

9. Upaya meredam konflik :

a. Hilangkan dasar konflik

b. Menangkan salah satu pihak

c. Kompromi / Damai

d. Ketidakmungkinan damai

10. Peran pihak ketiga dlm konflik:

a. Wasit

b. Penengah

c. Pencari untung dlm konflik

d. Menciptakan konflik

11. Pengaruh jumlah thd konflik

12. Interaksi dan pembentukan kelompok dan birokrasi

13. Uang sebagai media interaksi

15. Kreativitas individu vs budaya mapan

a. Kebudayaan merupakan produk kreativitas, tapi

jika sudah mapan bisa menjadi penghalang untuk

perkembangan kreativitas lebih lanjut

b. Alienasi budaya => inovasi budaya bisa

menyebabkan alienasi / keterasingan

TEORI INTERAKSI SIMBOLIK

1.      Landasan teori :

a. Pragmatisme

b. Behaviorisme sosial

2. Beberapa aspek pragmatisme:

a. Realitas diciptakan saat bertindak dlm dunia nyata

b. Pengetahuan dan ingatan ttg dunia nyata didasari

kegunaannya

c. Definisi ttg obyek sos dan fisik didasari

kegunaannya

3. Behaviorisme sosial (berbeda dg behaviorisme radikal Watson): ‘tindakan bukan respon thd stimulus melainkan thd maknanya bagi pelaku’

4. Kontributor thd teori interaksi simbolik:

a. George Herbert Mead (1863 – 1931)

b. Charles Horton Cooley (1864 – 1929)

c. William I Thomas (1863 – 1947)

d. Manford Kuhn ( …. – ….)

e. George Herbert Blumer ( …. – ….)

f. Erving Goffman (1922 – 1982)

5. Pokok2 fikiran G H Mead:

a. Masyarakat lebih penting daripada individu

b. Tindakan muncul melalui:

* Impuls (perangsang)

* Persepsi (pemahaman)

* Manipulasi (antisipasi dampak)

* Konsumasi (pelaksanaan)

(Hewan melalui ‘trial and error’)

c. Dlm interaksi, konsep diri memegang peran

penting. Orang bisa membuat dirinya jadi subyek

dan obyek (‘I’ dan ‘Me’) sehingga bisa melihat

dirinya sendiri

d. (dilanjutkan ……)

d. Dlm interaksi diperlukan empathy (kemampuan menempatkan diri sbg orang lain)

e. Perkembangan konsep diri dimulai pd masa kanak2:

* Tahap bermain (memainkan peran orang lain)

* Tahap permainan (games, mengerti peran orang2

lain dalam tim)

* Tahap ‘generalized other’ (pembentukan sikap tim

sehingga anak punya sikap yg sama dg

komunitasnya, meski bisa muncul keunikan2)

f. (dilanjutkan)

f.  Masyarakat merupakan proses sosial yg berlangsung terus-menerus, didukung oleh:

* Pranata sosial (kebiasaan hidup bersama)

* Pendidikan (internalisasi pranata sosial yg

memberi ruang utk berkembangnya individualitas)

g. Prinsip-prinsip dasar interaksi simbolik:

* Mns punya kemampuan berfikir yg dibentuk melalui

interaksi sosial / sosialisasi yg tidak searah

* Obyek berfikir => obyek fisik, sosial, moral

(abstrak, yg menurut relativisme : obyek moral yg

sama punya arti berbeda bagi orang yg berbeda)

* (dilanjutkan …….)

* Interaksi simbolik adalah interaksi yg menggunakan

simbol (y I obyek sosial yg disetujui orang utk

menggantikan / merepresentasikan sesuatu

* Simbol berupa benda, gerak / isyarat atau kata2;

Bahasa adalah simbol yg paling penting

* Mns mempelajari simbol dan maknanya melalui

interaksi

* Simbol hrs dimaknai sama oleh pihak-pihak ybs

* Pemakaian simbol bisa tampak atau terselubung.

Berfikir => interaksi dg diri sendiri (terselubung)

* Perhatian interaksi simbolik terfokus pd dampak

makna dan simbol thd tindakan mns

* Tindakan mns tampil dan tersembunyi (berfikir). Yg

tersembunyi lebih penting

6. Pokok-pokok fikiran C H Cooley (1864 – 1929)

a. Individu dan masy saling memerlukan

b. ‘Looking glass self’ utk menilai penerimaan /

penolakan orang lain yg menghasilkan :

* Image ttg diri sendiri

* Image ttg pandangan orang lain

* Harga diri (rasa bangga, malu)

c. ‘Primary group’: tempat pertama kali orang

memasuki dunia sosial yg pokok => tempat watak

dasar secara universal dibentuk

d. ‘Secondary group’ => kelompok kepentingan yg

potensial utk menjadi primary group

7. Pokok2 fikiran W I Thomas

a. Perilaku tgt pd definisi situasi yg diberikan

(relativis melihat bhw situasi yg sama punya

makna berbeda bagi orang yg berbeda)

b. Definisi situasi itu subyektif dan berubah

c. Dalil Thomas : Kalau orang mendefinisikan situasi

sebagai riil, maka riil pula konsekuensinya

7. Pokok2 fikiran W I Thomas

a. Perilaku tgt pd definisi situasi yg diberikan

(relativis melihat bhw situasi yg sama punya

makna berbeda bagi orang yg berbeda)

b. Definisi situasi itu subyektif dan berubah

c. Dalil Thomas : Kalau orang mendefinisikan situasi

sebagai riil, maka riil pula konsekuensinya

9. Pokok2 fikiran George H Blumer

a. Orang punya macam-macam status dan peran. Di

antaranya ada yg meenonjol

b. Menolak dominasi struktur sosial berskala besar

thd tindakan sosial aktor

c. Konsep diri dipengaruhi status dan peran

d. Keberhasilan dlm pelaksanaan peran

dipengaruhi:

* Komitmen ybs

* Dukungan pihak lain

* Situasi

* Kesempatan

10. Pokok2 fikiran Erving Goffman (Teori Drama turgi)

a. Hidup adalah sandiwara untuk mempertahankan

kesan

b. Ada ‘back stage’ dan ‘front stage’ => setting dan

front personal (penampilan dan gaya)

11. Teori Interaksi simbolik merupakan teori utama dlm

psikologi sosial, komunikasi dan pendidikan

12. Keunggulan2 teori Interaksi simbolik:

a. Perhatian ke level analisis mikro maupun makro

b. Terintegrasi dan bersintesis dg teori2 lain

(pertukaran, etnometodologi, fenomenologi)

c. Mencakup pembahasan berbagai fenomena sosial

dan menjembatani aliran2 ilmu sosial masa kini

13. Kritik thd Interaksi simbolik

a. Meninggalkan teknik2 ilmiah konvensional

b. Konsep2-nya kurang tegas (self, fikiran, the ‘I’

and the ‘me’

c. Mengabaikan peran struktur berskala luas

d. Mengabaikan peran emosi, motif, kebutuhan,

tujuan, dan aspirasi para aktor

13. Kritik thd Interaksi simbolik

a. Meninggalkan teknik2 ilmiah konvensional

b. Konsep2-nya kurang tegas (self, fikiran, the ‘I’

and the ‘me’

c. Mengabaikan peran struktur berskala luas

d. Mengabaikan peran emosi, motif, kebutuhan,

tujuan, dan aspirasi para aktor

14. Masa depan Interaksi simbolik cukup cerah, karena:

a. Banyak karya berbagai ilmu bertema interaksi

simbolik

b. Analisisnya meliputi level mikro maupun makro

c. Menggabungkan berbagai perspektif teori lain

d. Terlibat dlm menjelaskan masalah besar yg

dihadapi teori2 sosiologi

TEORI PERTUKARAN (EXCHANGE THEORY)

1.      Fokus perhatian sosiologi adalah perilaku nyata yg dpt diamati dan diukur,  pd level individu maupun kolektif

2.      Konsep2 yg tidak dapat diukur hrs diberi definisi operasional shg bisa diukur dan dibandingkan (misal: kegiatan, keakraban hubungan, perasaan)

3.      Tujuan akhir  =>  terbentuknya  hukum

4.      Pendekatan  =>  kuantitatif obyektif

5. Pemuka2 teori pertukaran

a. George Homans ( …. – 1989)

b. John Thibaut

c. Harold W Kelly

d. Peter Blau

6. Pokok2 fikiran George Homans

a. Fokus perhatian: pertukaran pd kelompok kecil

b. Teori pertukaran didasari:

* Ekonomi dasar    =>   cost – benefit

* Psi perilaku          =>   reward – punishment

c. Bentuk pertukaran:

* Langsung (menekankankeseimbangan dan

keterlibatan emosi

A                       B

* Tidak langsung (mendukung integrasi dan

solidaritas kelompok)

A                       B

C                       D

d. Kelebihan seseorang merupakan investasi yg diperhitungkan dlm interaksi (usia, keturunan, pendidikan, pengalaman, keahlian, dll)

7. Kontribusi Thibaut dan Kelly:

a. Memperluas analisis pertukaran ke kelompok yg

lebih besar

b. Interaksi dimulai dg penjajagan utk dilanjutkan

atau diputuskan

c. Mutu interaksi dipengaruhi faktor endogen (lelah,

rasa puas, dll) dan eksogen (lingkungan, latar blk,

dll)

d. Ada alternatif interaksi utk dipilih

e. Perhitungan cost – benefit kadang2 tidak disadari

f. Ada kemungkinan koalisi antara pihak2 yg terlibat

g. Jika klp bertambah besar, interaksi akan semakin

kompleks, tidak langsung danimpersonal

8. Kontribusi Peter Blau:

a. Pertukaran terjadi pd level mikro dan makro

(mensyahkan etruktur kekuasaan: ada sub dan

super struktur)

b. Pertukaran tak seimbang merupakan sumber

utama struktur kekuasaan (yg lemah sub ordinasi

kepada yg kuat, utk kemudian diakui sbg otoritas)

c. Sub ordinasi bisa dihindari dg:

* Penolakan pemberian

* Pembalasan yg seimbang

* Penggunaan sumber lain

* Penggunaan kekerasan

d. Perbandingan cost – benefit tak seimbang bisa

berdampak pd munculnya oposisi

9. Contoh proposisi pertukaran

a.       Jika pd masa lalu suatu stimulus menimbulkan

tindakan yg mendatangkan ganjaran, maka makin mirip stimulus yg ada makin mungkin orang ybs melakukan tindakan yg sama atau hampir sama

b.      Makin sering suatu tindakan mendapat ganjaran, makin sering seseorang melakukannya

c.       Makin tinggi nilai suatu tindakan, makin senang orang melakukannya

d.      Makin sering seseorg mendapat ganjaran, makin kurang bernilai baginya utk meningkatkannya

e.       Jika seseorg tidak menerima ganjaran seperti yg diharapkan, atau menerima hukuman di luar dugaannya, maka ia akan berkecil hati

TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL:
INTEGRASI DAN KETERATURAN SOSIAL

1.      Fokus perhatian:

a. Apa yg membuat masyarakat bersatu

b. Bagaimana landasan sos itu dipertahankan

c. Bagaimana tindakan individu yg berkontribusi

kepada masy diarahkan pd kesejahteraan masy

2.      Analisis fungsional terdapat pd karya2: A Comte,

E Durkheim, Max Weber, Karl Marx, G Simmel, dan di abad XX pd karya T Parsons dan R K Merton

3. Talcott Parsons (1902 – 1979) mengembangkan ‘Grand Theory of Sociology’ yg mendapat sambutan luas, tapi kemudian terdesak oleh teori sosiologi radikal dan interaksi simbolik

4. Parsons mengembangkan konsep ‘tindakan Sosial Voluntaristik’ melalui analisis karya2 sbb.

a. Marshall  =>  Terlalu rasional, kurang normatif

b. Pareto     => Tindakan mns kebanyakan non logis

c. E Durkheim  =>  Dominasi masyarakat

d. Max Weber   =>  Tidakan individu dilandasi

idealisme, nilai, dan norma, tetapi ia mengabaikan

kondisi dan faktor biologis (alat dan kelelahan)

5. Tindakan sosial voluntaristik =>  orang bebas memilih tujuan dan alat, tetapi terikat pada lingkungan dan nilai / norma bersama

6. Tindakan sosial individu dilandasi dua elemen dasar:

a. Orientasi motivasional =>  meningkatkan kepuasan

dan menekan kekecewaan

b. Orientasi nilai                => standar norma yg

mengendalikan pilihan

Orientasi motivasional meliputi tiga dimensi berikut:

a. Dim kognitif     => pengetahuan pelaku ttg situasi

b. Dim katektif     => reaksi afektif/emosional thd situasi

c. Dim evaluatuf  => dasar-dasar utk menentukan pilihan

Orientasi nilai meliputi tiga dimensi berikut:

a. Dim kognitif    => penget ttg standar utk penerimaan/

penolakan interpretasi kognitif

b. Dim apresiatif => std dlm pengungkapan perasaan

c. Dim moral       => std utk menilai tipe-tipe tindakan

7. Komitmen thd nilai dan norma merupakan faktor pemersatu masyarakat

8. Ada tiga kategori tindakan sosial :

a. Tind intelektual  =>  kognisi

b. Tind afeksi         =>  afeksi

c. Tind moral         =>  evaluasi

9. Empat tahapan sistem yg fungsional dlm pelembagaan dan pembudayaan nilai/norma:

a. Budaya

b. Sosial

c. Individu

d. Organisma perilaku

10. Nilai / moral sbg faktor pemersatu hrs:

a. Dilembagakan pd level budaya

b. Disosialisasikan pd level sosial

c. Diinternalisasi pd level individu

d. Dikontrol pd level perilaku

Juga hrs terpenuhi kebutuhan akan ketahanan

teritorial, krn masyarakat saling berhubungan

11. Ada arus informasi dan kontrol dari level budaya sp

dg organisma perilaku, dan arus enerji dg arah

sebaliknya. Gabungan kedua arus itu menghasilkan

sibernetik (mekanisme umpan balik)

12. Tindakan sosial dirumuskan dlm ‘variabel pola’

(pettern variable) sbb:

a. Afektif vs netral afeksi

b. Kolektivitas vs orientasi diri

c. Partikularism vs universalism

d. Orientasi askripsi vs orientasi prestasi

e. Kekaburan vs spesifitas

(Catatan: Variabel pola dpt dibandingkan dg konsep Gemeinschaft – Gesellschaft dari ferdinand Tonnies)

13. Sistem sosial punya empat fungsi berikut:

(A) Adaptation           => Ekonomi

(G) Goal attainment  => Politik

(I)   Integration           => Hukum

(L)  Latency                => Keluarga, agama, pendid

14. T Parsons dan teori sistem umum :

a. Sistem terbuka

b. Setiap sub sistem pd gilirannya dpt dilihat sbg

sistem

c. Dlm setiap subsistem, betapa pun kecilnya, ada

‘AGIL’

15. Media pertukaran dalam AGIL :

(A)  => uang

(G)  => kekuasaan

( I )  => hukum

(L)  =>  komitmen nilai

16. Kritik thd T Parsons :

a. Grand theory of Sociology tidak berorientasi

penelitian

b. Tidak memperhatikan perubahan sosial

c. Tidak memperhatikan konflik

17. Sebenarnya T Parsons tidak anti perub sosial,

krn dlm AGIL ada peningkatan:

(A) => pembag kerja, efisiensi

(G) => diferensiasi struktural

( I ) => peningkatan inklusi / keterlibatan

(L)  => generalisasi nilai

18. Parsons : Perub sos berjalan sistemik,

seimbang, tanpa guncangan. (Berbeda dg

teori disequilibrium W F Ogburn). O k i teori

Parsons disebut teori keseimbangan / integrasi

19. Robert King Merton (1919 – …..)

Menjawab kritik terhadap Parsons dg:

a. Mengembangkan ‘middle range theory’ utk

acuan penelitian

b. Perhatian akan konflik

c. Analisis dampak (fungsional – disfungsional)

dan perlunya antisipasi

KONFLIK DAN PERUBAHAN SOSIAL

1.      Teori konflik merup reaksi thd Fungsionalisme Str’al yg terlalu menekankan pd integrasi, solidaritas, stabilitas dan keseimbangan,  mengabaikan konflik dan perub sosial

2.      Akar teori :

a. Karl Marx, Max Weber, Georg Simmel

b. Psikoanalisis

c, Fenomenologi

3. HISTORIS

Mulai berkembang di Frankfurt (1930 – an). Dibubarkan Nazi. Di AS bertemu  sos radikal dg fokus masalah2 sos (industrialisasi, urbanisasi, rasionalisasi berlebihan, situasi politik)

4. Aliran Farankfurt mengeritik:

a. Marxisme yang determinisme ek dan mekanistik

b. Positivisme dg metode sains utk semua disiplin

c. Sosiologi yg tidak serius membela or tertindas

d. Masy modern yg menekankan rasionalitas

berpihak pd kaum dominan

e. ‘Industri kultur’ yg memberi harapan palsu

5. TUJUAN:

Sosiologi kritis mendorong emansipasi dan perbaikan nasib kaum tertindas

6. TOKOH – TOKOH:

a. Wright Mills

b. Robert Mitchels

c. Ralph Dahrendorf

d. Lewis Coser

e. Randal Collins

7. POKOK FIKIRAN WRIGHT MILLS

Masy didominasi kaum elit (pol, ekon, militer)

Elit di suatu bidang mudah jadi elit di bidang lain

Kerjasama antar elit dlm mempertahankan dominasi

8. KONTRIBUSI ROBERT MITCHELS

Organisasi didominasi kaum elit

Ada hukum besi oligarkhi

Kaum elit bisa jatuh, tapi penggantinya akan sama

9. KONTRIBUSI RALPH DAHRENDORF:

a. Dasar konflik  =>  kontrol thd alat produksi

(manajer), bukan pemilikan faktor produksi

Konflik tjd antara pemilik otoritas (status quo)

dg kelas bawah (menentang otoritas)

b. Konflik dapat dibedakan atas:

* intensitas  =>  jumlah enerji

* kekerasan  =>  alat yg digunakan

c. Konflik menimbulkan tiga tipe perub  str sos

(str otoritas)

* seluruh personel kaum dominan

* sebagian personel

* penggabungan kepentingan subordinat

d. Perub str otoriter berbeda keradikalan dan kecepatannya.

Ada korelasi antara intensitas dan kekerasan dg keradikalan

dan kecepatan

e. Perbandingan str’al fungsional dg konflik

1) str’al fungsional

* Str sosial mantap

* Elemen2 str terintegrasi

* Setiap elemen kehid berkontribusi thd sistem

* Dasar integrasi : konsensus akan nilai

2) Konflik

* Perubahan tdp di mana2

* Konflik tdp di mana2

* Elemen2 masy berkontrib thd disintegr &  perub

* Selalu ada pemaksaan kaum dominan thd yg lemah

10. KONTRIBUSI LEWIS COSER

a. Konflik bisa fungsional atau disfungsional

b. Dalil Coser: Konflik dg luar memperkuat solidaritas ke dlm;

memperkuat solidaritas ke dlm berakibat konflik dg luar

c. Ketiadaan konflik tidak berarti ada integrasi yg kuat

d. Sumber konflik :  Pemenuhan kebutuhan tidak memadai

dan ada ketidakadilan

e. Pemecahan konflik:

* Musyawarah terbuka

* Wasit yg adil

* Katup pengaman: upacara, lelucon, pertandingan, dll

* Penciptaan musuh/lawan bersama (riil atau imajiner)

f. Dua kategori konflik :

*  realistik =>  utk mencapai tujuan, mendorong

perub sos yg menguntungkan sistem

* non realistik =>  mengarah pd kebencian

g. Kekerasan sering digunakan sebagai strategi yg

bisa memperkuat, tapi mengandung resiko

11. KONTRIBUSI RANDAL COLLINS

a. Konflik bisa tjd pd level makro atau mikro

b. Sumber konflik pd level makro : perbed kontrol thd

sumber (ek, pol, org, militer) oleh pihak2 yg terlibat

c. Sumber konflik pd level mikro : usaha mempengaruhi

definisi subyektif orang lain utk menambah keuntungan

d. Dlm organisasi, konflik bisa tjd antar jenjang otoritas

krn perbedaan wewenang, jaringan komunikasi, dana,

sifat kerja fisik, dll, yg bisa mempribadi

e. Orang yg berstatus relatif sama cenderung membuat

klp, tapi yg menonjolkan diri dlm klp bisa menyulut

konflik antar klp atau antar individu dlm klp

1.      DASAR:

Menguatnya kesadaran bhw dunia penuh dg

kehid yg saling tergantung dan saling pengaruhi:

* antar individu, klp, stratum, organisasi

* antar komponen/segi kehidupan

* antar wilayah (geo, pol, kota – desa), dll

* antara kehid dg lingkungan

2. Analisis kesalingtergantungan sistemik tsb tdp       pd berbagai teori:

•         Str’al fungs => masy stabil krn konsensus nilai

•         Konflik  =>  sumber dikuasai kaum dominan

•         Interasi simbolik => pemilikan simbol bersama

•         Pertukaran => imbalan dan penghargaan

3. TUJUAN SISTEM TERBUKA / UMUM

Membentuk model perspektif teori yg lebih komprehensif

3.      KARAKTERISTIK TEORI SISTEM TERBUKA

•         Konsep inti : organisasi (dg komponen2 yg saling tgt memunginkan integrasi berbagai ilmu)

•         Dunia dan kehid merup sebuah sistem amat besar

•         Sistem tda komponen fisik dan tindakan

•         Keseluruhan lebih besar d p jmlah semua bagiannya

•         Perub sebuah sub sistem berpengaruh pd subsistem lain

•         Sistem berinteraksi dg lingkungan shg  perub lingkungan berpengaruh thd sistem

•         Batas sistem dg lingkungan tidak selalu jelas

•         Hub sistemik bisa bersifat konflik atau koperatif

•         Sifat hubungan merup kontinum : kuat – longgar

•         Ada transaksi antar sistem (ada input dan output)

•         Sistem sosbud berlainan dg sistem fisik-biologis

•         Hub antar individu dan lingkungan merup hub informasi

•         Sistem punya batas2, kekuatan menembus batas berbeda,    bahkan ada yg terisolasi

5. WALTER BUCKLEY:

Tiga model sistem sosbud:

a. Model mekanis  =>  hub amat stabil dan bertahan

thd perubahan (konsep dasarnya: equilibrium,

inertia)

b. Model organis  => ada penyesuaian thd lingk tapi

tanpa perub struktur internal (konsep dasarnya:

homeostasis pd level indiv dan kompetisi pd level

spesies)

c. Model proses  =>  tidak mempertahankan struktur

(memecah atau mengubah struktur internal)

7. Teori sistem terbuka : Faktor internal dan eksternal mempengaruhi perilaku indiv dlm mekanisme sbb:

•         Individu atau klp bertindak

•         Tindakan menimbulkan dampak / konsekuensi

•         Dampak bisa fungsional atau disfungsional

•         Dampak bisa kasat mata atau hrs melalui penelitian (kualitatif, kuantitatif, atau gabungan)

•         Penget ttg dampak menghasilkan umpan balik :

* Morfostatis (perlu dipertahankan)

* Morfogenesis (perlu diubah)

•         Pelaku meninjau ulang tindakan yg lalu

•         Perub bersifat dialektis: kebutuhan dan kemampuan saling meningkatkan, menuju perbaikan taraf hidup

PHENOMENOLOGI

1.      Akar Intelektual:

Edmund Husserl (1859 – 1938):

Phenomenology: aliran filsafat yg berpendapat bhw pengetahuan diperoleh melalui alat indera

(yg lain: spekulasi)

Sosiologi fenomenologi menerangkan dunia tepat spt yg tampak se-hari2 (phenomenon = kejadian

Alfred Schutz (1899 – 1959), filsuf sosial Jerman menerapkan ide Husserl di USA (Schutz masuk USA 1939, menghindari tekanan Nazi)

2. Penganut utama fenomenologi di USA :

•         Harold Garfinkel  => Ethnomethodology

•         Peter L Berger     => Sosiologi Pengetahuan

a.       Harold Garfinkel (1917 – ……)

Ethnomethodology diberi definisi => ‘members’ methods of making sense of their social world

Fokus perhatian   =>  bgm  or memaknai kegiatan hidupnya se-hari2 yg ‘taken for granted’ (diterima begitu saja).  Bukan apa dan bgm norma yg hrs diikuti tetapi bgm cara warga mengikuti norma  dan nilai tertentu.

Metode: kualitatif, melibatkan indiv dlm kehid se-hari2

2. Penganut utama fenomenologi di USA :

•         Harold Garfinkel  => Ethnomethodology

•         Peter L Berger     => Sosiologi Pengetahuan

a.       Harold Garfinkel (1917 – ……)

Ethnomethodology diberi definisi => ‘members’ methods of making sense of their social world

Fokus perhatian   =>  bgm  or memaknai kegiatan hidupnya se-hari2 yg ‘taken for granted’ (diterima begitu saja).  Bukan apa dan bgm norma yg hrs diikuti tetapi bgm cara warga mengikuti norma  dan nilai tertentu.

Metode: kualitatif, melibatkan indiv dlm kehid se-hari2

Dua jenis kajian awal:

•         Studi setting institusional (spt kehidupan se-hari2    di poliklinik, sidang pengadilan, kantor polisi, dll)

•         Analisis percakapan

Kritik kaum fenomenologi thd teori tradisional:

•         Terlalu memfokuskan pd konsep2, karenanya terasing dari realita kehidupan sosial se-hari2

•         Metodologis : kurang memahami obyek studi

Sebaliknya, fenomenologi dipandang mengkaji     hal2 yg sepele

b. Peter Berger (1929 – …..)

Bersama Luckman menulis ‘The Social Construction of Reality’  => Sosiologi Pengetahuan, dg fokus pd proses bhw : ‘Pengetahuan hrs diterima sbg kenyataan obyektif dan bermakna subyektif’

Sos pengetahuan diciptakan oleh Max Scheler (Jerman, 1920-an), kemudian dirumuskan dan dikembangkan di USA oleh Karl Mannheim.

Tugas pokok sosiologi pengetahuan:

* Menerangkan bgm penget dibentuk,

dikembangkan dan didistribusikan

* Menjelaskan dialektika antara diri dg dunia

sosbud  dlm satu proses dg tiga momen simultan:

eksternalisasi, obyektivasi, dan internalisasi

Penget bersumber pd ide dan pengalaman subyektif dlm kehid se-hari2 yg diperoleh secara kualitatif, kemudian mengalami proses eksternalisasi dan obyektivasi

Kenyataan hidup se-hari2 sudah diobyetivasi, dibentuk oleh suatu tatanan obyek, diberi nama, dikelompokkan, dan diterima begitu saja. Bahasa merup faktor obyektivasi paling penting dan digunakan sec intersubyektif (ber-sama2)

Sosiologi penget melihat masy sbg kenyataan obyektif maupun subyektif

Penget bersumber pd ide dan pengalaman subyektif dlm kehid se-hari2 yg diperoleh secara kualitatif, kemudian mengalami proses eksternalisasi dan obyektivasi

Kenyataan hidup se-hari2 sudah diobyetivasi, dibentuk oleh suatu tatanan obyek, diberi nama, dikelompokkan, dan diterima begitu saja. Bahasa merup faktor obyektivasi paling penting dan digunakan sec intersubyektif (ber-sama2)

Sosiologi penget melihat masy sbg kenyataan obyektif maupun subyektif

Iklan
Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s